Library Automation and Digital Archive
LONTAR
Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Indonesia

Pencarian Sederhana

Find Similar Add to Favorite

Call Number Dis-36 (Softcopy Dis-27) Source code Dis-15
Collection Type Disertasi
Title 2D dan 3D set partitioning in hierarchical trees (SPIHT) untuk kompresi data electrocardiogram multi-lead
Author Sani Muhamad Isa;
Publisher Depok: Fakultas Ilmu Komputer, 2014
Subject
Location
Lokasi : Perpustakaan Fakultas Ilmu Komputer
Nomor Panggil ID Koleksi Status
Dis-36 (Softcopy Dis-27) Source code Dis-15 Tgl Kembali:2016-05-16
Tidak ada review pada koleksi ini: 42141
Nama : Sani Muhamad Isa Program Studi : Doktor Ilmu Komputer Judul : 2D DAN 3D SET PARTITIONING IN HIERARCHICAL TREES (SPIHT) UNTUK KOMPRESI DATA ELECTROCARDIOGRAM MULTI-LEAD Pada penelitian ini diusulkan implementasi 2D dan 3D Set Partitioning In Hierarchical Trees (SPIHT) coding pada kompresi data ECG multi-lead. Implementasi SPIHT mereduksi tiga jenis redundansi yang umumnya terdapat pada sinyal electrocardiogram (ECG), yaitu redundansi intra-beat, inter-beat, dan inter-lead. Kami juga mengusulkan tiga teknik optimisasi untuk meningkatkan kinerja kompresi lebih lanjut dengan mengelompokkan sinyal ECG yang berasal dari beberapa lead, menyusun kembali posisi ECG cycle pada 2D ECG array (beat reordering), dan menormalisasikan amplitudo dari 2D ECG array dengan residual calculation. Beat reordering menyusun posisi beat pada 2D ECG array berdasarkan kemiripannya dengan beat terdekat. Penyusunan ini mengurangi variasi antar beat-beat yang berdekatan sehingga 2D ECG array mengandung lebih sedikit komponen frekuensi tinggi. Residual calculation mengoptimalkan penggunaan ruang penyimpanan lebih lanjut dengan meminimalkan variasi amplitudo dari 2D ECG array. Hasil eksperimen terhadap sejumlah record pada St Petersburg INCART 12-lead Arrhythmia Database menunjukkan bahwa metode yang diusulkan menghasilkan distorsi rendah pada rasio kompresi 8 dan 16. Hasil eksperimen juga memperlihatkan bahwa pendekatan 3D SPIHT memiliki kinerja kompresi yang lebih baik dibanding 2D SPIHT. Untuk mengevaluasi kualitas sinyal hasil rekonstruksi pada permasalahan klasifikasi, pada penelitian ini kinerja dari metode kompresi sinyal ECG dianalisis dengan cara membandingkan sinyal asli dengan sinyal hasil rekonstruksi pada dua permasalahan; pertama, klasifikasi sleep stage berdasarkan sinyal ECG; kedua, klasifikasi arrhythmia. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa akurasi dari klasifikasi sleep stage dan klasifikasi arrhythmia menggunakan sinyal hasil rekonstruksi sebanding dengan menggunakan sinyal input. Metode yang diusulkan dapat mempertahankan karakteristik sinyal pada kedua permasalahan klasifikasi tersebut.