Bibliografi |
Pengarang |
Farah Dita Ashillah/Nurul Hanina Efendi/Yelda Faizah Havara; |
Barcode |
Cat. Karya |
No. Induk |
Pembimbing |
Putu Wuri Handayani |
Kata Kunci |
Switching intention, Duolingo, freemium, pull-push-mooring, mobile-assisted language learning |
Pembimbing 3 |
Pembimbing 2 |
Tahun buku |
2024 |
Barcode RFID baru |
11610873 |
Tahun Angkatan |
2020 |
Progam Studi |
Sistem Informasi |
Lokasi |
FASILKOM-UI; |
Tanggal Datang |
12/09/2024 |
Abstrak Indonesia |
Nama : Farah Dita Ashilah, Nurul Hanina Efendi, Yelda Faizah Havara Program Studi : Sistem Informasi Judul : Analisis Faktor Push, Pull, dan Mooring Yang Memengaruhi Niat Beralih ke Layanan Premium pada Platform Mobile-Assisted Language Learning: Studi Kasus Duolingo Pembimbing : Dr. Putu Wuri Handayani, S.Kom., M.Sc., Dr. Nabila Clydea Harahap, S.Kom., M.Kom. Sejak pandemi COVID-19, popularitas pembelajaran bahasa asing pada tahun 2020 sampai dengan 2021 mengalami peningkatan. Sejalan dengan hal tersebut, aplikasi-aplikasi mobileassisted language learning (MALL) juga mengalami peningkatan popularitas di kalangan masyarakat Indonesia, salah satunya adalah Duolingo. Duolingo menerapkan model bisnis freemium sehingga pengguna yang menggunakan layanan gratisnya memiliki akses yang dibatasi untuk beberapa fitur. Untuk dapat mengakses seluruh fitur pada layanan premium Duolingo, pengguna dapat membeli paket subscription yang disediakan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi niat perpindahan pengguna atau switching intention dari versi gratis ke versi premium. Untuk meneliti hal tersebut, peneliti menggunakan teori pull-push-mooring (PPM) — teori ini menjelaskan bahwa perilaku switching intention dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu push (faktor yang bersifat negatif berasal dari origin), pull (faktor yang bersifat positif dari destination), dan mooring (faktor persepsi pribadi, sosial, dan budaya). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian mixed-method sequential explanatory design, yaitu melibatkan penelitian kuantitatif dan dilanjutkan dengan penelitian kualitatif. Data kuantitatif yang diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh 1.232 responden dan data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara dengan tiga puluh narasumber. Selanjutnya, data kuantitatif diolah menggunakan covariance-based structural equation modelling (CB-SEM) dan data kualitatif diolah menggunakan metode content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dissatisfaction pada faktor push ditemukan sebagai faktor yang secara signifikan memengaruhi keinginan pengguna untuk beralih ke Duolingo versi premium, sedangkan perceived intrusiveness dan perceived inefficiency tidak berpengaruh positif signifikan terhadap keinginan pengguna beralih ke Duolingo versi premium. Pada faktor pull, perceived enjoyment, perceived usefulness, dan trialability yang menunjukkan pengaruh positif yang signifikan, sedangkan aspek perceived learner value tidak menunjukkan pengaruh positif yang signifikan. Terakhir, semua aspek pada faktor mooring, yaitu switching cost, social influence, dan inertia menunjukkan pengaruh secara signifikan terhadap niat pengguna beralih ke Duolingo versi premium. Akan tetapi, switching cost menunjukkan pengaruh yang bertolak belakang dengan hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembang aplikasi MALL, terkhususnya Duolingo, mengenai faktor apa saja yang membuat pengguna ingin beralih menggunakan versi premium. Kata kunci: Switching intention, Duolingo, freemium, pull-push-mooring, mobile-assisted language learning |
Daftar Isi |
Cat. Umum |
Judul |
Analisis Faktor Push, Pull, dan Mooring yang Mempengaruhi Niat Beralih Ke Layanan Premium pada Platform Mobile-Assisted Language Learning: Studi Kasus Doulingo |
Asal |
Korporasi |
NPM |
2006463723/2006484141/2006464386 |
Abstrak English |
Name : Farah Dita Ashilah, Nurul Hanina Efendi, Yelda Faizah Havara Study Program : Information System Title : Analysis of Push, Pull, and Mooring Factors Influencing the Intention to Switch to Premium Services on Mobile-Assisted Language Learning Platform: A Case Study of Duolingo Counselor : Dr. Putu Wuri Handayani, S.Kom., M.Sc., Dr. Nabila Clydea Harahap, S.Kom., M.Kom. The popularity of foreign language learning has increased from 2020 to 2021 due to the COVID-19 pandemic. Mobile-assisted language learning (MALL) platforms have also gained popularity among Indonesians, one of which is Duolingo. Duolingo applies a freemium model for its application, which limits free users' access to certain features. Users can purchase a subscription package provided by Duolingo to be able to access the restricted features. This study aims to identify the factors that influence users' switching intention from the free version to the premium version. To investigate this, researchers used the pull-pushmooring (PPM) theory—this theory explains that switching intention behavior is influenced by three factors: push (negative factors from the origin), pull (positive factors from the destination), and mooring (factors on privacy, social, and cultural perceptions). This study implemented mixed-method sequential explanatory design as its research approach, involving quantitative research followed by qualitative research. The quantitative data was obtained through questionnaires filled by 1,232 respondents and the qualitative data was obtained through interviews with thirty respondents. Furthermore, the quantitative data was processed using covariance-based structural equation modelling (CB-SEM) and the qualitative data was analyzed using content analysis. The results of this study show that dissatisfaction in the push factor were found to be significant factor that have positive influence to users' desire to switch to the premium version of Duolingo, while perceived intrusiveness and perceived inefficiency did not have a significant positive effect on users' desire to switch to the premium version of Duolingo. In the pull factor, perceived enjoyment, perceived usefulness, and trialability showed a significant positive influence, while the perceived learner value aspect did not show a significant positive influence. Finally, all aspects of the mooring factor, namely switching cost, social influence, and inertia, showed a significant influence on users' intention to switch to the premium version of Duolingo. However, switching cost showed the opposite relationship to the hypotheses. The results of this study are expected to provide input for MALL application developers, especially Duolingo, regarding the factors that influence users’ intention to switch to using the premium version. Keywords: Switching intention, Duolingo, freemium, pull-push-mooring, mobile-assisted language learning |
Pengarang 2 |
Subjek |
Platform Mobile-Assisted Language Learning |
Penguji 2 |
Made Harta Dwijaksara |
Penguji 3 |
Pembimbing 1 |
Nabila Clydea Harahap |
Fisik |
iii, 482 p; ill; 29 cm |
Bahasa |
Indonesia |
Lulus Semester |
Genap 2023/2024 |
Penerbitan |
Depok: Fasilkom UI, 2024 |
No. Panggil |
SK-2336 (Softcopy SK-1818) |
Penguji 1 |
Setiadi Yazid |
Lulus semester SI |