Library Automation and Digital Archive
LONTAR
Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Indonesia

Pencarian Sederhana

Find Similar Add to Favorite

Call Number KA-043 (Softcopy KA-043)
Collection Type Karya Akhir (KA)
Title Penilaian kematangan tingkat keselarasan strategi teknologi informasi terhadap strategi bisnis dgn metode IT-balanced scorecard & COBIT 4.1 maturify model studi kasus : Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual
Author Arnaldi Nandana.;
Publisher Jakarta : Program Studi Magister Teknologi Informasi Fasilkom UI, 2010
Subject Strategic alignment, IT-balanced scorecard, COBIT.
Location FASILKOM-UI;
Lokasi : Perpustakaan Fakultas Ilmu Komputer
Nomor Panggil ID Koleksi Status
KA-043 (Softcopy KA-043) Indonesia TERSEDIA
Tidak ada review pada koleksi ini: 32747
ABSTRAK

Pencapaian tujuan organisasi ditentukan oleh sinergi antar unit-unit bisnis di dalam organisasi tersebut. Untuk mencapai sinergi tersebut diperlukan penyelarasan antar unit-unit bisnis. Proses mendapatkan keselarasan merupakan proses evolusi dan berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk menilai kematangan keselarasan strategi TI terhadap strategi bisnis. Penilaian keselarasan ini dilakukan dengan menggunakan metode keselarasan strategis yang dikembangkan Henderson & Venkatraman, metode IT Balanced Scorecard dari Grembergen dan Bruggen, serta Maturity Model dari COBIT 4.1. Model keselarasan strategis dilakukan terhadap strategis bisnis dan strategi TI. Sedangkan IT Balanced Scorecard dilakukan terhadap layanan TI yang kemudian dipetakan ke penilaian control objective di dalam COBIT 4.1. Hasil kedua pengukuran tersebut kemudian dipadukan untuk memperoleh tingkat kematangan keselarasan strategi TI terhadap strategi bisnis. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh tingkat kematangan keselarasan strategi TI terhadap strategi bisnis di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual pada tingkat diantara proses yang berulang dan sudah terdefinisi. Hal ini berarti bahwa untuk meningkatkan kematangan keselarasan strategi TI terhadap strategi bisnis, organisasi perlu mendefinisikan proses-proses layanan TI.