| Call Number | SK-2674 (softcopy SK-2155) |
| Collection Type | Skripsi |
| Title | Analisis Jaminan ACID dan Latensi Data pada Arsitektur Direct Lakehouse Ingestion Berbasis Streaming untuk Beban Kerja Transaksional |
| Author | Septio Nugroho, I Made Urip Subagyo; |
| Publisher | Depok: Fasilkom UI, 2026 |
| Subject | Direct Lakehouse Ingestion |
| Location | FASILKOM-UI; |
| Nomor Panggil | ID Koleksi | Status |
|---|---|---|
| SK-2674 (softcopy SK-2155) | TERSEDIA |
Nama Penulis 1 / Program Studi : Septio Nugroho / Ilmu Komputer Nama Penulis 2 / Program Studi : I Made Urip Subagyo / Ilmu Komputer Judul : Analisis Jaminan ACID dan Latensi Data pada Arsitektur Direct Lakehouse Ingestion Berbasis Streaming untuk Beban Kerja Transaksional Pembimbing : Denny, S.Kom., M.I.T., Ph.D. Dinamika industri digital modern menuntut arsitektur data yang mampu menangani pemrosesan streaming secara real-time, menggantikan pendekatan batch konvensional yang rentan terhadap latensi tinggi dan redundansi data. Arsitektur data konvensional umumnya memisahkan lapisan basis data operasional dan analitik, yang mengakibatkan kompleksitas tata kelola data. Untuk menjawab tantangan tersebut, pendekatan Direct Lakehouse Ingestion berbasis streaming menawarkan solusi dengan memungkinkan penulisan data transaksional langsung ke penyimpanan objek, tetapi penerapannya menimbulkan pertanyaan mengenai jaminan ACID dan performa latensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan arsitektur tersebut dengan membandingkan kinerja dua format tabel terbuka, yaitu Apache Iceberg dan Delta Lake, dalam skenario pemrosesan streaming. Metodologi penelitian melibatkan pengujian beban kerja transaksional (INSERT dan UPDATE) melalui pipeline yang dikonfigurasi untuk mengukur latensi end-to-end serta pengujian ketahanan sistem terhadap kegagalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua format mampu mempertahankan jaminan ACID dan semantik exactly-once dengan baik. Secara performa komputasi internal, Apache Iceberg terbukti lebih efisien dibandingkan Delta Lake. Namun, analisis latensi mengungkapkan adanya bottleneck signifikan pada sisi I/O infrastruktur, di mana pemrosesan internal hanya memakan waktu dalam skala milidetik, sementara latensi end-to-end mencapai satuan detik. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun Direct Lakehouse Ingestion layak secara fungsional, kinerjanya pada beban kerja transaksional sangat bergantung pada optimalisasi lapisan penyimpanan dan jaringan.