Library Automation and Digital Archive
LONTAR
Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Indonesia

Pencarian Sederhana

Find Similar Add to Favorite

Call Number KA-2082 (Softcopy KA-2068) MAK PI-1717
Collection Type Karya Akhir (KA)
Title Peningkatan Implementasi Requirements Engineering Pada Pengembangan Perangkat Lunak Berbasis Scrum dengan Design Thinking (Studi Kasus: PT. Renos Marketplace)
Author Adi Permana Putra;
Publisher Jakarta : Program Studi Magister Teknologi Informasi Fasilkom UI, 2026
Subject Scrum
Location FASILKOM-UI;
Lokasi : Perpustakaan Fakultas Ilmu Komputer
Nomor Panggil ID Koleksi Status
KA-2082 (Softcopy KA-2068) MAK PI-1717 Indonesia TERSEDIA
Tidak ada review pada koleksi ini: 56603
ABSTRAK

Volatilitas pasar e-commerce Indonesia mendorong PT Renos Marketplace mengadopsi kerangka kerja Scrum untuk mempertahankan daya saing. Namun, evaluasi empiris menunjukkan inefisiensi kinerja dengan rata-rata capaian sprint goals hanya sebesar 51%, yang disebabkan oleh ketiadaan standar baku Requirements Engineering (RE) pada domain proses. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas implementasi RE dan merancang strategi perbaikan proses yang sistematis. Melalui pendekatan mixed methods dengan desain studi kasus, penelitian ini mengintegrasikan kerangka kerja Design Thinking dan instrumen CMMI-DEV v1.3 (area Requirement Development dan Management) menggunakan penilaian SCAMPI. Diagnosis mengungkap sepuluh pain points krusial di mana mayoritas praktik spesifik berada di bawah ambang batas ideal. Sebagai intervensi, penelitian ini merumuskan Model Rekomendasi RE berbasis Dual Track yang mendemarkasi jalur Discovery dan Delivery untuk menjamin validitas spesifikasi sebelum eksekusi. Validasi pakar mengonfirmasi efektivitas model sebagai filter kualitas dalam memitigasi risiko pekerjaan ulang (rework), dengan trade-off strategis berupa peningkatan durasi perencanaan demi akurasi eksekusi. Model final telah disempurnakan dengan mewajibkan artefak visual pada gerbang kualitas. Penelitian menyimpulkan bahwa model ini berfungsi sebagai kondisi perlu (necessary condition) bagi peningkatan kinerja, yang efektivitas akhirnya bergantung pada transformasi budaya organisasi dari informal menuju terstruktur serta kedisiplinan tim.