Setiap hari, PT Royal Oriental melakukan kegiatan pengelolaan peralatan-peralatan mekanikal dan elektrikal (ME) di Plaza BII Menara 2 dan 3, Jakarta. Peralatan ini dibagi ke dalam 7 kategori dimana masing-masing kategori terdiri atas ribuan peralatan yang menjamin keberlangsungan aktivitas bisnis para penghuni gedung. Untuk membantu dan mempermudah kegiatan pengelolaan peralatan ME, dibuatlah Building Maintenance System (BMS). Selain untuk mengelola peralatan ME, BMS juga digunakan untuk mencatat transaksi permohonan dan pengambilan barang, pembelian barang, serta untuk mengelola inventori. Dalam kerja praktek yang penulis lakukan, penulis diberikan tanggung jawab untuk menemukan error atau kekurangan dari sistem dengan melakukan pengujian pada empat modul utama BMS: Maintenance, FPB Budget, Purchase Order, dan Stock. Penulis juga ditugaskan untuk melakukan system audit terhadap BMS. Pengujian akan dilakukan dengan metode black box. Hasil pengujian kemudian akan dirangkum, didokumentasikan, dan dikirim ke departemen Information Technology (IT) PT Duta Pertiwi sebagai pengembang BMS agar dapat dilakukan langkah perbaikan BMS. Dokumen ini merupakan laporan hasil kerja praktek penulis selama kurang lebih 10 minggu di PT Royal Oriental. Penulis berharap hasil kerja praktek ini dapat digunakan oleh departemen IT PT Duta Pertiwi untuk memperbaiki kekurangankekurangan BMS dan nantinya dapat meningkatkan kinerja PT Royal Oriental.