Tulisan ini menyajikan hasil penelitian yang menguji model penerimaan Internet di organisasi pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Departemen Agama. Penelitian ini juga menyelidiki faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penerimaan teknologi Internet dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Konstruksisi TAM yang diteliti adalah persepsi kemudahan, persepsi kemanfaatan, sikap pengguna, perhatian untuk menggunakan, dan pemakaian aktual, ditambah konstruksisi persepsi kemampuan diri di bidang komputer. Data penelitian dikumpulkan dari 120 responden, para pegawai Ditjen Pendidikan Islam sebagai pengguna Internet di organisasi pemerintah. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang nyata diantara sebagian besar konstruksisi TAM. Akan tetapi, ada satu hipotesis yang ditolak, dimana konstruksisi “perhatian untuk menggunakan” dinilai tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap konstruksisi “pemakaian nyata”. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model TAM yang diusulkan dapat dijadikan sebagai model penerimaan teknologi Internet di suatu organisasi pemerintah, dengan melalui tahap modifikasi. Beberapa saran diusulkan terkait dengan kebijakan pengembangan TI di Ditjen Pendidikan Islam, seperti program pengembangan infrastruktur jaringan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembenahan struktur organisasi.