ABSTRAK
Begitu panjang dan ketatnya proses pencairan kredit seringkali menjadi hambatan perusahaan pembiayaan dalam berkompetisi dengan perusahaan sejenis. Umumnya dana yang dicairkan tidak diberikan pada debitur namun dana tersebut dibayarkan langsung kepada supplier / dealer / showroom selaku penjual barang. Debitur sendiri tinggal melakukan pembayaran dengan cara mencicil pada perusahaan
pembiayaan. Bilamana dealer ataupun debitur merasakan proses berjalan lambat maka tidak segan mereka membatalkan pengajuan kreditnya ataupun tidak lagi menggunakan jasa keuangan dari perusahaan tersebut. Untuk itulah perusahaan merasa perlu untuk mengukur kecepatan proses bisnis mereka semenjak akuisisi
kontrak hingga pencairan kredit dilakukan. Menggunakan tehnik process mining, penelitian ini diharapkan dapat menjawab pertanyaan perusahaan dengan cara menggali data serta log dari sistem informasi yang dimiliki oleh perusahaan. Seperti halnya data mining, dengan menggunakan tehnik ini juga akan dilakukan ekstraksi terhadap data dimana umumnya tersimpan informasi berharga yang tidak disadari
sebelumnya. Hal yang membedakan antara process mining dengan data mining adalah kemampuannya untuk melakukan pemetaan terhadap proses yang sesungguhnya berlangsung. Penelitian ini akan menganalisa setiap tahapan proses pencairan kredit yang terekam oleh sistem informasi, mengisi data yang dibutuhkan oleh tabel PM serta konversi format data hingga melakukan pengukuran kecepatan berdasarkan suatu algoritma. Hasil penelitian ini dapat dijadikan contoh bagi perusahaan atau organisasi yang ingin melakukan pengukuran kinerja proses bisnisnya melalui tahapan serta
tools PM yang telah tersedia secara gratis. Dengan mengetahui kinerja sesungguhnya dari setiap proses yang berlangsung maka perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat agar memiliki keunggulan kompetitif diantara para pesaingnya.
|