ABSTRAK

Pada Tahun 1997, telah terjadi kebijakan radikan pemerintah Indonesia untuk melikuidasi 16 bank swasta nasional, yang hingga saat ini, dilanjutkan pada pemangkasan jumlah bank nasional, terutama milik swasta. Hal ini disebabkan oleh karena dasar yang dimiliki bank-bank swasta tsb. kurang kokoh dan manajemen yg kurang kompeten, dimana seringkali terjadi penyelewengan ketentuan pemerintah. Oleh sebab itu, bank-0bank swasta nasional yang dapat bertahan dalam gelombang pemangkasan tsb, merupakan bank-bank terpilih yang mempunyai dasar yang kuat, umumnya tidak dibawah group konglomerasi, serta baik dan sehat secara finansial, manajemen, maupun bisnis. Salah satu bank swasta nasional yang dapat bertahan tersebut adalah Bank X. Bank ini memiliki sejarah yang panjang, yaitu 62 tahun berjuang melawan jaman , hingga sekarang terus berkembang dengan pesat. Atas dasar tsb., penulis tertarik untuk mengulas tentang salah satu proses bisnis yang terjadi pada Bank X, y.i: Proses Bisnis Kredit yang terajdi pada saat ini, walau berjalan dengan cukup baik dan lancar, masih terdapat beberapa kelemahan, sekaligus menyimpan potensi yang sangat besar untuk dapat ditingkatkan. Untuk itu, dirasakan perlunya penerapan rekayasa ulang porses bisnis (business process reengineering) yang tepat, didukung dengan sistem informasi berasis teknologi informasi (SI/TI), yang kan memberikan hasil yang lebih signifikan. Dlm penelitian ini, penulis akan mencoba menganalisa Proses Bisnis Kredit yang telah ada, dilanjutkan dengan langkah rekayasa ulang proses bisnis, yang didukung dengan prencanaan SI/TI. Dari hasil pengamatan, analisa, dan tindakan rekayasa ulang proses bisnis tersebut, diharapkan akan menghasilkan suatu proses bisnis yang baru yang jauh lebih baik. Diharapkan pula hasil dari penelitian ini akan dapat meningkatkan kinerja Proses Bisnis Kredit secara signifikan, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan manajemen Bank X untuk mengembangkan SI/TI-nya, dalam rngka terus meningkatkan pelayanan kepada masabah dan masyarakat luas.