ABSTRAK

Service-Oriented Architecture (SOA) merupakan salah satu penerapan infrastruktur TI untuk mendapatkan infrastruktur yang adaptif. SOA memungkinkan suatu organisasi untuk menerapkan proses bisnis yang fleksibel dan lincah. Namun sayangnya, seringkali perusahaan menerapkan SOA dengan harapan yang berlebih dan tidak disertai dengan pengukuran keberhasilan. Sejak diimplementasikan pada tahun 2008, penerapan SOA di Bank XYZ belum pernah dievaluasi. Seiring dengan semakin tingginya penggunaan service sebagai pondasi infrastruktur TI di Bank XYZ, maka semakin penting untuk mengukur tingkat kematangan SOA. Penelitian ini menggunakan OSIMM, yaitu sebuah metode penilaian yang menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan Bank XYZ berada pada tingkat dua atau integrated. Berdasarkan hasil penelitian, dua rekomendasi telah disusun beserta langkah-langkahnya untuk mencapai tingkat kematangan yang diharapkan. Rekomendasi pertama adalah memenuhi tingkat dasar (service foundation levels) dengan memperbaiki tingkat kematangan dimensi-dimensi terlemah menjadi tingkat tiga (componentized). Rekomendasi kedua adalah memperbaiki dimensi-dimensi terkuat menjadi tingkat lima atau (composite services).