ABSTRAK
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)
mempunyai visi untuk "mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu serta
kemampuan ilmu pengetahuan (iptek) dan inovasi untuk mendukung daya saing
bangsa". Makna daya saing bangsa tersebut adalah "kontribusi iptek dan pendidikan
tinggi dalam perekonomian yang ditunjukkan oleh keunggulan produk teknologi
hasil litbang yang dihasilkan oleh industri/perusahaan yang didukung oleh lembaga
litbang (LPNK, LPK, Badan Usaha, Perguruan Tinggi) dan tenaga terampil
pendidikan tinggi". Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (Ditjen SDID)
adalah satu unit organisasi di dalam Kemenristekdikti menetapkan sasaran strategis
"Meningkatnya relevansi, kualitas, dan kuantitas sumber daya iptek dan pendidikan
tinggi".
Namun, strategi bisnis dan strategi sistem informasi (SI) / teknologi informasi (TI)
yang ada di Ditjen SDID belum mendukung aspek relevansi, terutama dalam aspek
keekonomian. Ada kelebihan sekaligus kekurangan produksi sarjana dari
pendidikan tinggi bila dibandingkan dengan kebutuhan tenaga kerja yang
berimplikasi pada rendahnya efisiensi pendidikan tinggi dalam mendukung
perekonomian.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan strategi bisnis dan strategi SI/TI yang
selaras dalam mencapai tujuan dan sasaran strategis Ditjen SDID dan
Kemenristekdikti, yang diwujudkan dengan melakukan perencanaan strategis
sistem informasi. Penelitian dilakukan dengan melakukan analisis bisnis eksternal
dan internal menggunakan metode value chain, 5-competitive forces, dan SWOT.
Pendekatan yang dilakukan adalah dengan menelaah penelitian-penelitian
terdahulu dalam hal peran, strategi dan perubahan/disrupsi pendidikan tinggi dalam
mendukung daya saing bangsa, kemudian memvalidasi opsi-opsi yang dihasilkan
kepada pejabat eselon I dan II di Ditjen SDID. Selanjutnya, analisis SI/TI eksternal
dan internal dilakukan dengan melakukan analisis portofolio aplikasi eksisting,
polesei Pangkalan Data Dikti serta praktek-praktek TI terbaik dalam pendidikan
tinggi. Strategi digital Ditjen SDID dilakukan dengan kerangka kerja strategi sistem
informasi bisnis dan tool business dependency network, dengan memperhatikan
sumber daya SI/TI saat ini untuk membentuk portofolio aplikasi di masa yang akan
datang serta peta jalan untuk mewujudkannya.
Diharapkan dari penelitian ini, dapat diusulkan menjadi bagian dari rencana
strategis Ditjen SDID tahun 2020-2025 dan bagi para eksekutif dapat mendorong
pemikiran-pemikiran kreatif untuk menghasilkan strategi yang unggul.
|