Call Number | KA-1887 (Softcopy KA-1874) MAK KA-1520 |
Collection Type | Karya Akhir (KA) |
Title | Evaluasi dan Rekomendasi Penggunaan Kanban Sebagai Kerangka Kerja Pengembangan Perangkat Lunak: Studi Kasus PT Mediatrac Sistem Komunikasi |
Author | Mila Shania; |
Publisher | Jakarta : Program Studi Magister Teknologi Informasi Fasilkom UI, 2025 |
Subject | CMMI |
Location | FASILKOM-UI; |
Nomor Panggil | ID Koleksi | Status |
---|---|---|
KA-1887 (Softcopy KA-1874) MAK KA-1520 | Indonesia | TERSEDIA |
Perangkat lunak menjadi salah satu komponen penting organisasi, sehingga banyak organisasi yang mengusahakan implementasi perangkat lunak untuk membantu proses bisnis walaupun terkendala dengan resource yang tidak memadai. Mulai banyak organisasi menggunakan metode outsourcing untuk mengatasi masalah ini. Salah satu organisasi yang memfasilitasi hal tersebut adalah PT Mediatrac Sistem Komunikasi. Organisasi sudah menyediakan jasa pengembangan perangkat lunak selama 10 tahun dan dalam dua tahun terakhir menerapkan metodologi Agile dengan kerangka kerja Kanban. Kerangka kerja ini digunakan untuk membantu organisasi menyelesaikan proyek tepat waktu. Namun, pada realitasnya terdapat keterlambatan untuk setiap proyek yang diselesaikan (n=3). Pada penelitian ini, diteliti lebih lanjut terkait penggunaan kerangka kerja Kanban dalam pengembangan perangkat lunak di organisasi dengan menggunakan pengukuran tingkat kematangan CMMI-Dev 1.3. Metode kualitatif menggunakan metode content analysis digunakan untuk proses pengambilan data secara wawancara kepada team leader (n=2), project manager (n=4), dan system analyst (n=4). Data dikodifikasi serta dikelompokkan sesuai process area dalam CMMI dan dipetakan untuk mengukur tingkat capability level menggunakan SCAMPI-C. Hasil penelitian ini adalah capability level pada 6 process area yaitu Requirements Management (REQM), Project Planning (PP), Project Monitoring and Control (PMC), Process and Product Quality Assurance (PPAQ), Organizational Process Definition (OPD), serta Organizational Training (OT) masih berada pada level 0 dan terdapat 32 rekomendasi perbaikannya. Hasil ini juga dapat dijadikan acuan untuk organisasi yang memiliki masalah sejenis. Hasil penelitian juga dapat digunakan bagi akademisi untuk meninjau lebih lanjut terkait penelitian ini terutama terkait aksi perbaikan yang diberikan.