Library Automation and Digital Archive
LONTAR
Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Indonesia

Pencarian Sederhana

Find Similar Add to Favorite

Call Number KA-205 (Softcopy KA-204)
Collection Type Karya Akhir (KA)
Title Analisis kelayakan ekonomis cloud computing pada lembaga keuangan mikro di Indonesia dengan metode ranti's generic IS/IT business value dan economic value added: studi kasus pada Bank Perkreditan Rakyat di Jakarta
Author Pamela A.A Darmadji;
Publisher Jakarta : Program Studi Magister Teknologi Informasi Fasilkom UI, 2011
Subject Cloud computing
Location FASILKOM-UI;
Lokasi : Perpustakaan Fakultas Ilmu Komputer
Nomor Panggil ID Koleksi Status
KA-205 (Softcopy KA-204) Indonesia TERSEDIA
Tidak ada review pada koleksi ini: 34460
ABSTRAK

Bank Perkreditan Rakyat sebagai salah satu pelaku bisnis, memberikan peranan penting dalam kehidupan keuangan mikro di Indonesia. Namun tidak semua Bank Perkreditan Rakyat paham dan sadar akan teknologi. Masih terdapat kekhawatiran tentang belum tersedianya sumber daya yang mencukup untuk membeli, memelihara, serta mengamankan sistem informasi mereka sendiri. Butuh investasi besar yang akhirnya menjadi momok bagi sebagian besar Bank Perkreditan Rakyat yang mau mengaplikasikan teknologi informasi (TI) bagi pengembangan bisnisnya.Penelitian ini melakukan analisis kelayakan ekonomis implementasi sistem cloud computing pada Bank Perkreditan Rakyat. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengkuantifikasi pada manfaat yang relevan pada Ranti’s Generic IS/IT Business Value yang terkait dengan topik penelitian, dan kajian finansial dengan menggunakan metodologi Economic Value Added (EVA). Dilakukan juga analisis perbandingan sebagai analisis tambahan yang dapat mendukung hasil analisis dari metode sebelumnya.Sistem cloud computing dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh Bank Perkreditan Rakyat karena hasil analisisnya memberikan nilai EVA yang positif. Hal ini berarti implementasi cloud computing dapat memberikan manfaat bagi Bank Perkreditan Rakyat. Resiko investasi teknologi dapat ditransfer ke penyedia jasa cloud computing, sehingga tidak perlu lagi memikirkan masalah teknologi yang sudah ketinggalan jaman sebelum Return of Investment (ROI) tercapai.